Liputan6.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus membuat terobosan untuk kemajuan atlet nasional. Pendidikan atlet juga menjadi perhatian KOI dengan harapan bisa membangun atlet yang unggul di arena olahraga sekaligus akademik.
Pada Jumat (6/2/2026), KOI menggelar diskusi bertajuk “Unlocking Opportunities: Exploring U.S. Education System for Indonesian Student Athletes” di Menara Olahraga Senayan, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini yang diadakan Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, serta Komisi Revenue & Commercial Partnership NOC Indonesia ini jadi ajang sosialisasi dan diskusi edukasi bersama University of Wisconsin–Madison, Amerika Serikat, yang didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Acara ini dihadiri atlet-atlet dari berbagai federasi anggota NOC Indonesia. Lewat diskusi mendalam ini, atlet dan pengurus federasi mendapat pemahaman menyeluruh mengenai konsep student-athlete, pengelolaan karier atlet jangka panjang, peluang pendidikan tinggi di Amerika Serikat, termasuk jalur NCAA, skema beasiswa, serta persyaratan akademik yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Ketua Umum KOI/NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan.
Kesempatan Atlet Indonesia
“Kami ingin atlet Indonesia tidak hanya berprestasi di podium, tetapi juga memiliki fondasi pendidikan yang kuat. Konsep student-athlete adalah model ideal yang memastikan masa depan atlet tetap terjamin, baik saat aktif bertanding maupun setelah pensiun,” ujar Okto.
“Melalui kolaborasi dengan University of Wisconsin–Madison dan U.S. Embassy Jakarta, kami membuka jendela kesempatan yang lebih luas bagi atlet Indonesia untuk berkembang secara global,” imbuhnya.
Pendidikan dan Olahraga Bisa Jalan Bareng
Event ini menjadi bagian dari upaya NOC Indonesia dalam membangun sistem pembinaan yang selaras dengan standar internasional, sekaligus memperkuat diplomasi olahraga dan pendidikan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Sarah Woller, Manager for International Recruitment & Relationship University of Wisconsin–Madison, menjelaskan bagaimana sistem pendidikan tinggi di Amerika Serikat dirancang untuk mendukung performa atlet tanpa mengabaikan kualitas akademik.
“Di University of Wisconsin–Madison, kami percaya bahwa atlet adalah pemimpin masa depan. Sistem NCAA memungkinkan mahasiswa untuk berkompetisi di level tertinggi sambil tetap mendapatkan pendidikan kelas dunia. Kami melihat potensi besar dari atlet-atlet Indonesia dan berharap semakin banyak yang berani mengambil kesempatan ini,” ungkap Sarah Woller.
Pengalaman Richard Sam Bera
Melalui kegiatan ini, NOC Indonesia juga mendorong para federasi, pelatih, dan orang tua untuk aktif mendukung keseimbangan antara pencapaian prestasi dan pendidikan formal atlet. Pendekatan ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi atlet Indonesia yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tingkat dunia.
Salah satu mantan atlet yang memiliki pendidikan bagus adalah Richard Sam Bera. Mantan perenang nasional itu pernah iktu NCAA Division I All-American.
“Menjadi student-athlete bukan hal mudah, tetapi sangat mungkin dijalani dengan komitmen yang kuat. Sistem di Amerika mengajarkan saya profesionalisme, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Pendidikan memberi saya perspektif dan bekal jangka panjang di luar karier sebagai atlet,” kata Richard Sam Bera yang juga merupakan Direktur Utama Tim Indonesia.
Cristiano Ronaldo vs Saudi Pro League: Ketika Status Bintang Tak Lagi Menentukan Arah Liga

9 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478864/original/046070400_1768954917-Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156944/original/080800000_1741570116-arteta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480073/original/033681500_1769027353-al-nassr-cristiano-ronaldo-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4911370/original/096055800_1722998200-enzo-fernandez-real-madrid-usa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822361/original/017365300_1714901941-000_34QW6HM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026225/original/074440800_1732753907-20241128-Liverpool_vs_Real_Madrid-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466153/original/047249400_1767836098-Fulham_vs_Chelsea-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475920/original/095096700_1768684013-al-nassr-al-shabab-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474643/original/052843400_1768514712-mergim-vojvoda-como-davide-bartesaghi-ac-milan-aksi-serie-a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198302/original/010079400_1745539802-AC_MILAN_INTER_COPPA_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5318313/original/092292500_1755470289-000_69PZ36L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438090/original/087209000_1765271936-Wolverhampton_Wanderers_vs_Manchester_United-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5238596/original/087393300_1748747549-000_48RG2XV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443801/original/002073900_1765747833-teun-koopmeiners-juventus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5228095/original/068157200_1747859780-AP25141736720349.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5040416/original/084847800_1733634006-000_36ND8AU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495552/original/078196200_1770374989-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_17.40.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495665/original/094917400_1770390288-PSJ02292.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462408/original/040836500_1767577893-Enzo_Fernandez_Manchester_City_vs_Chelsea-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495635/original/078744900_1770383270-Persib_vs_Malut_United.jpg)



















