Jakarta -
Jessica Kumala Wongso pelaku terpidana kasus 'kopi sianida' atau pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin mendapatkan pembebasan bersyarat pada Minggu (18/8/2024). Jessica terlihat sudah keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur sekitar pukul 09.39 WIB. Jessica terlihat mengenakan kaus biru tua.
Dia terlihat didampingi pengacaranya. Jessica terlihat melambaikan tangan dan tersenyum. Dia kemudian meninggalkan Lapas Pondok Bambu untuk proses administrasi di Kejaksaan dan Bapas.
Jessica Kumala Wongso bebas bersyarat usai mendapat remisi 58 bulan 30 hari. Selama menjalani masa bebas bersyarat, Jessica harus menjalani wajib lapor hingga 2032.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama menjalani pidana, yang bersangkutan telah berkelakuan baik berdasarkan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana dengan total mendapat Remisi sebanyak 58 bulan 30 hari," kata Kepala Kelompok Kerja Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Deddy Eduar Eka Saputra, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/8).
Usai bebas, Jessica mengaku sudah memaafkan semua yang berbuat buruk kepadanya usai bebas bersyarat dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Jessica sebelumnya dihukum 20 tahun penjara dalam kasus yang menjeratnya.
"Pada waktu awal itu terjadi saya merasakan sangat sedih sekali ya, tapi sejalannya waktu, dan sekarang ini saya sudah memaafkan yang telah melakukan hal-hal buruk kepada saya," ujar Jessica dalam konferensi pers bersama tim pengacaranya di Jakarta seperti dilansir detikNews, Minggu (18/8/2024).
Dia mengatakan sudah tidak ada kebencian dalam hatinya. Dia juga mengaku saat ini sudah plong.
"Sudah tidak ada kebencian lagi di hati saya, jadi sekarang sudah plong saja," ucapnya.
Sementara itu, Otto Hasibuan, Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso mengaku kaget kliennya keluar dari Lapas lebih cepat dari perkiraan. Dia bersyukur dengan proses pembebasan bersyarat ini dan membandingkan Jessica dengan para terpidana di kasus pembunuhan Vina.
"Ini Puji Tuhan lah ya, bahwa Jessica bisa keluar, kami juga surprise (terkejut) ya karena seharusnya kan 20 tahun, tapi belum 20 tahun dia sudah keluar," kata Otto.
Namun usai Jessica bebas bersyarat, Otto memastikan pihaknya akan tetap mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) berkaitan dengan kasus yang menjerat kliennya. Otto mengatakan putusan terhadap Jessica tidak sesuai dengan fakta yang mereka yakini.
"Soal kami tidak terima putusan ini apa tidak itu soal lain, tapi karena itu formal sudah keluar saya hormati itulah putusan. Tetapi kami sebagai lawyer dilakukan diskusikan dengan Jessica merasa bahwa mungkin putusan itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi menurut kami. Okeh karena itu, kita akan mencoba peluang untuk mengajukan PK terhadap perkara itu ya jadi itu posisinya," kata Otto Hasibuan dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2024).
Otto menyebut pihaknya memiliki bukti baru. Dia meyakini bukti baru itu bisa mengubah penilaian hakim.
"Ya terus terang aja kami memiliki novum (bukti baru) untuk perkara ini, berbeda dengan yang dulu sekarang ini justru kami menemukan novum," ujar Otto.
"Bahwa memang novum ini kan, novum ini begini, satu bukti yang ada pada waktu perkara itu dijalankan, tetapi tidak kami temukan bukti itu pada waktu perkara itu berjalan. Yang mana kalau bukti itu tadinya ada pada waktu itu dan bisa kami sampaikan di pengadilan maka keputusan hakim akan bisa berubah," tambahnya.
Untuk diketahui, Jessica mulai ditahan sejak 30 Juni 2016, dan menerima pidana 20 tahun penjara karena kasus pembunuhan berencana terhadap Mirna. Hal ini berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor: 498 K/PID/2017.
Jessica mendapat pembebasan bersyarat (PB) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor: PAS-1703.PK.05.09 Tahun 2024. Dalam hal ini, Jessica masih harus menjalani wajib lapor hingga tahun 2032.
Lalu, bagaimana tanggapan Kejaksaan Agung usai tim pengacara Jessica Kumala Wongso menyatakan akan mengajukan peninjauan kembali (PK) terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin? Selengkapnya akan dibahas di program detikPagi edisi Senin (19/8/2024).
Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.
"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"
(vrs/vrs)
...