Keluarga berperan penting dalam pencegahan perkawinan anak

3 weeks ago 16
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) -

Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengemukakan peran penting keluarga dalam pencegahan pernikahan anak, praktik yang dinilai melanggar hak anak serta dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang dan kesejahteraan mereka.

Ia menilai keputusan individu untuk menikah pada usia dini dipengaruhi pula oleh faktor-faktor dalam keluarga seperti pola asuh dan orientasi orang tua mengenai masa depan anak.

"Keputusan menikah dini biasanya bukan semata keputusan individu anak, tetapi lahir dari berbagai faktor yang saling berinteraksi, termasuk pola asuh, komunikasi dalam keluarga, serta orientasi nilai orang tua terhadap masa depan anak," katanya kepada ANTARA pada Selasa (13/1).

Sebagai gambaran, ia menyampaikan bahwa pernikahan dini dapat dianggap sebagai solusi aman atau jalan cepat menuju kedewasaan dalam keluarga dengan literasi rendah mengenai perkembangan, pendidikan, dan kesehatan reproduksi remaja.

Tekanan ekonomi dan norma sosial juga bisa membuat keluarga memandang pernikahan anak sebagai upaya untuk meringankan beban keluarga atau memberikan proteksi, khususnya bagi anak perempuan.

Selain itu, menurut Dini, pemenuhan kebutuhan emosional yang tidak optimal di rumah dapat mendorong anak mencari rasa aman, diterima, dan dihargai melalui pernikahan.

Baca juga: Peran Puspaga dan UPTD PPA ditingkatkan untuk cegah perkawinan anak

Psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, M.Psi., Psikolog juga mengatakan bahwa pola pengasuhan orang tua berpengaruh pada keputusan individu untuk menikah pada usia dini.

"Kita tidak selalu tahu apakah pernikahan dini itu karena anak disuruh orang tua, merupakan arahan keluarga, atau keputusan anak sendiri. Namun, orang tua memiliki peran penting, karena pernikahan di bawah usia dewasa tetap memerlukan persetujuan orang tua," katanya kepada ANTARA pada Selasa (13/1).

"Keinginan impulsif anak bisa muncul ketika tidak ada arahan yang jelas dari orang tua. Dalam situasi ini, anak belum memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan menikah," kata Samanta.

Dia mengemukakan bahwa keputusan anak untuk menikah juga dipengaruhi oleh faktor budaya serta nilai orang tua dan keluarga.

Perkawinan anak merupakan praktik yang dinilai melanggar hak anak, dapat membatasi pilihan dan peluang mereka, serta membuat mereka lebih rentan mengalami kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan.

Perkawinan pada usia anak mengakhiri masa remaja anak, yang seharusnya menjadi masa bagi perkembangan fisik, emosional dan sosial mereka sebelum memasuki masa dewasa.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk mencegah perkawinan anak dan memberikan perlindungan optimal kepada anak-anak yang sudah berada dalam situasi tersebut.

Pemerintah menyusun Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak sebagai payung koordinasi lintas sektor dari tingkat pusat hingga daerah.

Strategi ini mencakup optimalisasi kapasitas anak, penciptaan lingkungan yang mendukung pencegahan perkawinan anak, peningkatan akses dan perluasan layanan, penguatan regulasi dan kelembagaan, serta penguatan koordinasi pemangku kepentingan.

Pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan pengasuhan keluarga, edukasi masyarakat, keterlibatan tokoh agama dan adat, serta penyediaan layanan perlindungan anak yang responsif dan mudah diakses dalam upaya untuk mencegah perkawinan anak.

Baca juga: Dispensasi kawin diperketat untuk cegah perkawinan anak

Baca juga: Dispensasi kawin diperketat, pakar ingatkan dampak perkawinan anak

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article