
KEBAKARAN hebat yang melanda Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar diduga mengakibatkan kerugian materiil yang sangat besar.
Berdasarkan hasil kajian cepat (rapid assessment) tim di lapangan, kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp253.400.000.000. "Angka tersebut terutama berasal dari penghitungan kehancuran aset kendaraan dinas dan gedung," ungkap Yuli Rachmat, Penanggung Jawab Laporan Assessment.
Kendaraan roda empat yang hangus terbakar sebanyak 67 unit dengan estimasi harga per unit Rp200 juta, sehingga total kerugian dari mobil mencapai Rp13,4 miliar. Sementara untuk kendaraan roda dua, sebanyak 15 unit musnah dengan estimasi kerugian Rp 240 juta.
"Total kerugian sementara berdasarkan hasil pengamatan di lapangan sebesar Rp253.400.000.000. Angka ini masih sangat sementara dan kemungkinan dapat membengkak," lanjut Yuli, Sabtu (30/8).
Selain kendaraan, gedung utama DPRD yang terdiri dari empat lantai dengan perkiraan luas total 1.600 meter persegi, masing-masing lantai 20x20 m² juga mengalami kerusakan parah.
Namun, tim assessment mengakui masih adanya ketidakpastian dalam penghitungan, terutama pada nilai aktual kendaraan dinas yang bisa lebih tinggi dari asumsi, serta spesifikasi detail dan nilai bangunan.
Yang menjadi tantangan utama adalah belum terhitungnya kerugian dari aset lain. "Alat dan perlengkapan kantor tidak dapat diasumsikan karena fisik tidak dapat dikenali dan akses ke ruangan sangat terbatas dikarenakan bangunan rentan keruntuhan," tukas Yuli. (H-1)