Sumatra Terendam, Negara Jangan Ikut Tenggelam

2 weeks ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Sumatra Terendam, Negara Jangan Ikut Tenggelam Revlina Arieta(DOK PRIBADI)

BANJIR dan longsor yang kembali melanda berbagai wilayah di Sumatra dalam beberapa waktu terakhir bukanlah sekadar peristiwa alam. Ia adalah cermin dari krisis tata kelola lingkungan yang selama ini kita abaikan.

Dari Aceh hingga Lampung, masyarakat kembali kehilangan rumah, mata pencaharian, bahkan nyawa, sementara pola bencananya terus berulang dari tahun ke tahun tanpa perubahan berarti dalam kebijakan.

Sumatra sebenarnya bukan wilayah yang 'rawan' secara alamiah semata, melainkan wilayah yang dibuat rentan. Alih fungsi hutan, ekspansi perkebunan besar-besaran, serta pertambangan yang tidak terkendali telah menghilangkan daya dukung lingkungan.

Hutan yang seharusnya menyerap air hujan kini berubah menjadi lahan terbuka. Akibatnya, ketika hujan deras datang, air tidak lagi tertahan, ia langsung berubah menjadi banjir dan longsor.

Ironisnya, dalam setiap bencana, yang paling menderita justru masyarakat kecil seperti petani, nelayan, buruh, dan warga desa. Mereka kehilangan rumah, sawah, dan masa depan, sedangkan aktor-aktor perusak lingkungan jarang tersentuh pertanggungjawaban hukum.

Negara hadir dalam bentuk bantuan darurat, tetapi absen dalam pencegahan. Pola ini menunjukkan bahwa penanganan bencana di Indonesia masih terlalu berorientasi pada respons, bukan pencegahan.

Pemerintah sibuk mengirim logistik setelah bencana, tetapi gagal mencegah kerusakan lingkungan yang menjadi penyebab utamanya. Padahal, biaya rehabilitasi pascabencana jauh lebih mahal daripada biaya menjaga hutan dan ekosistem sejak awal.

Lebih dari itu, bencana Sumatra memperlihatkan ketimpangan struktural. Wilayah kaya sumber daya justru menjadi korban eksploitasi. Hutan ditebang untuk kepentingan industri, tetapi ketika bencana terjadi, masyarakat setempat yang menanggung risikonya.

Ini adalah bentuk ketidakadilan ekologis yang seharusnya menjadi perhatian utama negara. Jika situasi ini dibiarkan, bencana tidak lagi bisa disebut sebagai kejadian luar biasa, melainkan rutinitas tahunan. Dan yang paling berbahaya, publik akan dipaksa untuk menormalisasi penderitaan.

Sudah saatnya pemerintah berhenti memandang bencana sebagai musibah semata dan mulai melihatnya sebagai hasil dari kebijakan. Penataan ulang tata ruang, penegakan hukum terhadap perusak lingkungan, serta pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan alam harus menjadi prioritas, bukan sekadar slogan.

Sumatra tidak sedang menghadapi 'kemarahan alam'. Sumatra sedang membayar harga dari keserakahan manusia dan kelalaian negara. Jika negara terus membiarkan ini terjadi, bukan hanya Sumatra yang tenggelam, kepercayaan publik terhadap negara pun ikut hanyut.

Read Entire Article