Ilustrasi anak mengalami pneumonia.(Dok. Freepik)
SELESMA atau kondisi yang kerap disebut sebagai pilek oleh orang awam merupakan kondisi yang umumnya tidak membahayakan dan bisa sembuh dalam waktu singkat. Namun, pada kasus tertentu, selesma dapat memicu terjadinya pneumonia pada anak.
Selesma merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada saluran pernafasan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala berupa batuk, pilek, dan demam.
Gejala-gejala tersebut disebabkan oleh penumpukan lendir di hidung dan tenggorokan yang terjadi saat tubuh berperang melawan virus.
Gejala selesma ringan biasanya bisa membaik dengan sendirinya dalam waktu dua sampai tiga hari, setelah tubuh yang berhasil mengeliminasi virus. Namun, kondisinya bisa membahayakan kalau virus sampai masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.
"Pada sebagian kecil kasus ISPA, selain terkena salurannya, kemudian kena ke parunya. Itu yang akan menyebabkan sesak napas, napas cepat dan napas sesak," kata Dokter spesialis anak konsultan respirologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Darmawan Budi Setyanto.
"Itu kejadiannya klasik ya biasanya 3-4 hari sebelumnya demam, batuk pilek. Belum sesak. Nanti hari ke-4 atau ke-5 kemudian jadi sesak. Nah pada hari ke-4 itu terjadi pneumonia," tuturnya.
Dia menambahkan, proporsi kasus ISPA yang dampaknya sampai ke paru-paru jauh lebih kecil dibandingkan kasus ISPA di saluran nafas seperti rongga hidung dan tenggorokan. (Ant/H-3)

1 month ago
16




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425048/original/028386900_1764209563-konate.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5419691/original/084958000_1763706804-Vivo_X300_Pro.jpeg)

