Liputan6.com, Jakarta - Penularan virus Nipah kerap terjadi tanpa disadari. Virus Zoonosis berbahaya ini dapat berpindah dari hewan ke manusia, bahkan antar manusia, melalui kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele. Karena itulah, virus Nipah menjadi ancaman serius di sejumlah negara Asia dan perlu diwaspadai lebih luas, termasuk di Indonesia.
Penularan virus Nipah dibawa oleh kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau yang dikenal sebagai flying fox. Hewan ini menjadi reservoir alami virus Nipah dan dapat menularkannya ke manusia secara tidak langsung. Salah satu jalur penularan virus Nipah yang paling sering terjadi adalah melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti dikutip dari CDC.
Kebiasaan mengonsumsi buah yang jatuh ke tanah atau terlihat sebagian tergigit menjadi salah satu risiko utama. Buah-buahan tersebut bisa saja telah terkontaminasi air liur atau urine kelelawar yang mengandung virus Nipah. Tanpa dicuci bersih atau dikupas dengan benar, virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia.
Selain itu, penularan virus Nipah juga sering dikaitkan dengan konsumsi nira kurma mentah. Di beberapa negara seperti Bangladesh dan India, nira kurma yang dikumpulkan secara terbuka kerap terpapar kelelawar pada malam hari. Minuman ini kemudian dikonsumsi tanpa proses pemanasan, sehingga virus tetap aktif dan menular ke manusia. Kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab utama wabah Nipah di wilayah tersebut.
Penularan virus Nipah tidak berhenti pada kontak dengan hewan. Setelah seseorang terinfeksi, virus Nipah dapat menyebar dari manusia ke manusia. Kontak dekat dengan penderita, terutama melalui cairan tubuh seperti air liur, darah, atau cairan pernapasan, meningkatkan risiko penularan. Inilah yang membuat tenaga kesehatan dan anggota keluarga pasien menjadi kelompok yang rentan.
Apa Saja Gejala Penularan Virus Nipah?
Yang perlu diwaspadai, gejala virus Nipah sering kali muncul beberapa hari setelah infeksi terjadi. Masa inkubasi berkisar antara empat hingga 14 hari. Pada awalnya, penderita mengalami demam, sakit kepala, batuk, dan nyeri tenggorokan. Gejala ini mirip flu biasa.
Namun, pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi pembengkakan otak atau ensefalitis, yang ditandai dengan kebingungan, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Karena belum tersedia obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah, pencegahan menjadi langkah paling penting. Masyarakat disarankan menghindari konsumsi makanan dan minuman yang berisiko terkontaminasi hewan liar, terutama buah yang tidak jelas kebersihannya dan nira mentah.
Mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta menghindari kontak langsung dengan kelelawar atau hewan sakit juga menjadi langkah sederhana namun krusial.
Kesadaran akan penularan virus Nipah perlu ditingkatkan, karena ancamannya sering datang tanpa tanda. Kebiasaan kecil yang dianggap sepele justru bisa menjadi pintu masuk virus berbahaya ini ke dalam tubuh.
Dengan mengenali jalur penularannya sejak dini, risiko wabah dapat ditekan dan keselamatan masyarakat lebih terjaga.

8 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492410/original/035837300_1770173361-Gemini_Generated_Image_3vu5uh3vu5uh3vu5.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4901621/original/081247600_1721956839-fotor-ai-2024072681750.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5493036/original/017857400_1770192325-bgs_mental_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491668/original/073507100_1770103629-1001588945.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4580556/original/092818400_1695101161-robina-weermeijer-z8_-Fmfz06c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961440/original/032709700_1728222801-fotor-ai-20241006205048.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489272/original/039776700_1769836120-nipah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491545/original/056954800_1770099023-1001588980.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5239018/original/038324600_1748788041-smiling-woman-eats-salad-white-kitchen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1044534/original/035641200_1446701870-tempe-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222370/original/032984500_1747391751-Ibu_muda_dan_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5264371/original/050620800_1750846189-sports-girl-black-top-training-autumn-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491516/original/089285900_1770098507-WhatsApp_Image_2026-01-29_at_6.10.13_PM__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4561340/original/050427400_1693711631-20230903-CFD-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487816/original/028391400_1769678219-kelelawar_buah.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Kebiasaan Merokok di Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/C_Uu_o0NS5jWxu-v9hvwbuSPqTk=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456537/original/068575700_1766901692-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491691/original/008419800_1770103991-piprim_yanuarsi.jpg)



















