Tragedi Anak SD Gantung Diri di NTT, Menkes Soroti Krisis Kesehatan Mental Anak

12 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Kasus anak SD gantung diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan menjadi perbincangan luas di media sosial. Peristiwa tragis ini kembali membuka perhatian publik terhadap persoalan kesehatan mental pada anak.

Menanggapi kasus tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa masalah kesehatan mental pada anak di Indonesia bukan hal sepele. Dia, menyebut, setidaknya terdapat sekitar 10 juta anak di Tanah Air yang mengalami persoalan kesehatan mental.

"Kesehatan mental anak memang kita sudah nemu ada 10 juta. Nah, itu yang sekarang mau saya siapkan ada psikolog klinis di masing-masing puskesmas supaya penyakit yang sebelumnya tidak pernah terlayani ini bisa dilayani," kata Budi di Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Februari 2026.

Budi, menambahkan, puskesmas tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani persoalan kesehatan mental anak. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak sekolah menjadi langkah penting agar masalah psikologis pada anak bisa terdeteksi lebih dini.

"Dan, puskesmas itu tanggung jawab juga ke sekolah-sekolah karenanya penting sekali kita kerja sama dengan sekolah-sekolah," tambahnya.

Kronologi Anak SD di NTT Bunuh Diri

Sebelumnya, kasus anak SD gantung diri menggemparkan jagat media sosial. Peristiwa bunuh diri tersebut menimpa seorang bocah berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.

Korban yang masih duduk di kelas IV sekolah dasar (SD) itu diduga nekat mengakhiri hidup karena kecewa tidak dibelikan pulpen dan buku tulis untuk keperluan sekolah.

Kasus anak SD gantung diri di NTT ini semakin viral setelah beredar kabar bahwa korban berinisial YBR sempat menulis surat untuk sang ibu. Surat tersebut disertai gambar seorang anak yang sedang menangis, sehingga menggugah emosi publik.

Belajar dari kasus anak SD gantung diri, dokter spesialis kedokteran jiwa Lahargo Kembaren memberikan catatan penting dari sudut pandang kesehatan jiwa anak dan remaja.

"Anak tidak sedang ingin mati, dia sedang tidak tahu bagaimana caranya hidup dengan beban yang terlalu berat," kata Lahargo dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 4 Februari 2026.

Menjawab pertanyaan apakah anak usia 10 tahun sudah memahami konsep kematian dan bunuh diri, Lahargo menjelaskan bahwa pemahaman tersebut memang mulai terbentuk.

"Ya, anak usia sekitar 9–10 tahun sudah mulai memahami kematian sebagai sesuatu yang permanen, meski pemahamannya belum matang secara emosional dan kognitif," ujarnya.

Dari sudut pandang kesehatan jiwa, anak belum mampu menimbang konsekuensi jangka panjang.

Pola pikir mereka masih konkret dan cenderung hitam-putih. Saat berada dalam tekanan berat, anak bisa sampai pada kesimpulan ekstrem, seperti,'Kalau aku tidak ada, masalah akan selesai'.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa bunuh diri bukan hanya isu orang dewasa. Risiko ini dapat muncul pada kelompok usia muda ketika distres psikologis bertemu dengan minimnya dukungan emosional.

"Pada anak, bunuh diri bukan soal kematian, tapi tentang keputusasaan yang tak punya bahasa," ujar Lahargo.

Read Entire Article