Tak Cuma Lansia, Katarak Juga Bisa Terjadi pada Bayi

1 week ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat sering kali menganggap katarak sebagai gangguan kesehatan yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa kekeruhan lensa mata tersebut dapat terjadi pada berbagai rentang umur, mulai dari bayi hingga dewasa muda.

Menurut Sekretaris Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dokter Astrianda Suryono SpM Subsp G. Fenomena ini merupakan proses degeneratif yang secara alami terjadi pada setiap orang. 

“Katarak bisa terjadi pada siapa saja, tetapi kecepatan datangnya katarak, sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan faktor lingkungan,” jelas Astrianda dalam acara bakti sosial operasi katarak yang diadakan Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos di RS St Carolus, Jakarta pada Minggu, 25 Januari 2026.

Faktor Penyebab, dari Genetik hingga Geografis

Astrianda mengatakan pemicu katarak sangat beragam dan tidak selalu berkaitan dengan penuaan. Pada katarak bayi, kondisi ini disebut katarak kongenital yang dapat disebabkan oleh infeksi virus saat seorang ibu sedang mengandung. 

Sementara itu, pada individu berusia produktif, trauma atau benturan keras di area kepala mampu mengganggu stabilitas posisi lensa sehingga memicu kerusakan seiring berjalannya waktu.

Selain faktor fisik, penyakit komplikasi seperti diabetes yang tidak terkontrol serta peradangan akibat gangguan autoimun bisa menjadi pemicu katarak.

Keadaan tersebut sering diistilahkan sebagai katarak komplikata, di mana kegagalan fungsi lensa muncul sebagai dampak dari penyakit dasar pasien.

Lalu, lokasi geografis Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa turut menyumbang angka penderita katarak yang tinggi. Paparan sinar ultraviolet (UV) dengan intensitas berlebih secara terus-menerus mempercepat proses degenerasi pada mata masyarakat. 

"Penelitian menunjukkan bahwa kota-kota yang berada di garis ekuator memang memiliki kecenderungan terjadinya katarak lebih cepat akibat sinar UV ini" tutur Astrianda.

Gejala Katarak

Individu yang mengalami katarak biasanya mengeluhkan pandangan buram. Seolah-olah terhalang oleh asap atau embun. Penderita juga kerap merasa kesulitan membedakan gradasi warna yang tipis serta melihat objek tampak berbayang. 

Bila mengalami kondisi di atas penting untuk segera memeriksakan mata. Bila memang katarak perlu segera dilakukan tindakan. 

"Katarak sesuatu yang jangan kita pasrahkan saja, ada jalannya untuk dibantu agar kita bisa lebih baik dan meningkatkan kualitas penglihatan," kata Direktur Keperawatan RS Carolus, Jacqualine di kesempatan yang sama.

Upaya Memperlambat Katarak Datang

Katarak tidak dapat dihindari secara total karena merupakan bagian dari proses alami tubuh, tapi langkah preventif mampu memperlambat kemunculannya. 

Radiasi surya merupakan faktor risiko utama di tanah air, pemakaian pelindung mata seperti kacamata hitam menjadi salah satu cara perlindungan.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat untuk mengontrol kadar gula darah dapat meminimalisasi risiko komplikasi katarak.

Pentingnya kesadaran kolektif untuk memeriksakan diri, menjadi kunci utama dalam memberantas katarak di Indonesia. Jacqualine menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat.

"Kami sangat concern, ternyata masih banyak penderita yang belum memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri karena kendala kendaraan atau karena rasa takut" jelasnya.

Lanjut Baca:

28 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Jiwa, Ini 7 Kelompok yang Paling Rentan

Read Entire Article